Bahagia dengan Shalawat

Februari 26, 2010 at 6:14 am 4 komentar

Bogor.25/02/2010_12 Rabi’ul Awwal 1431 H

Rindu kami padamu Ya Rasul…rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu Ya Rasul…serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suwarga

Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja

[Rindu Kami Padamu, Bimbo]

Hari-hari ini di bulan Rabi’ul Awwal 1431 H…, sebagaimana biasanya kita akan memperingati maulid Baginda Nabi Muhammad saw. Seperti syair Bimbo diatas…siapakah yang tidak rindu dengan Rasulullah? Manusia paling mulia yang diutus oleh Allah untuk menyebarkan risalah-Nya. Beliau adalah seorang pemimpin yang selalu memikirkan umatnya…memikirkan kita, agar kita semua bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Dalam materi[tarbiyah] Wajibuna Nahwa Rasul (Kewajiban Kita terhadap Rasulullah), kita diajarkan oleh para ustadz “9 kewajiban” yang harus kita tunaikan kepada Rasulullah, yakni:

  1. Mengimaninya (QS. 61:11)
  2. Mencintainya
  3. Menghormatinya/takzim (QS. 48:7)
  4. Membelanya (QS. 9:40, 61:14)
  5. Mencintai para pecintanya (QS. 48:29)
  6. Menghidupkan sunnahnya (QS. 3:130)
  7. Memperbanyak shalawat kepadanya (QS. 33:56)
  8. Mengikutinya (QS. 3:31)
  9. Mewarisi risalahnya (QS. 48:28)

Subhanallah…inilah tuntunan interaksi kita terhadap Rasulullah. Dan ini adalah sebuah nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada kita…, karena Allah telah memberi kesempatan, telah memberi hidayah kepada kita untuk menjadi umat Rasulullah. Alhamdulillah Ya Rabb…

Bahagia dengan shalawat…

Di antara tuntunan itu adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah sebagai bukti keimanan dan kecintaan kita. Allah swt. berfirman dalam Al Qur’an :

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS.33: 56)
[1229. Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat]

Begitu juga sebuah hadits yang pernah dinasehatkan seorang ustadz dalam sebuah majelis ta’lim ;

Dari Abu Darda’ ra. berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepuluh kali ketika sore, maka ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Thabrani)

Membaca shalawat adalah tanda cinta, cinta yang mulia karena mencintai Rasulullah adalah bentuk cinta karena Allah…kita mesti bersyukur kepada Allah atas nikmat ini, nikmat diberi kesempatan membaca shalawat…nikmat mencintai Rasulullah saw.

“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad”

Iklan

Entry filed under: taushiyah. Tags: , .

Fatimah Azzahra Cinta tanpa [kata] cinta

4 Komentar Add your own

  • 1. Maulana Mufti  |  Juni 15, 2010 pukul 9:17 am

    Assalamu’alaikum,

    Kita sebagai umat islam disuruh bershalawat kepada Rasulullah,

    Rasulullah juga sudah mengajarkan bagaimana cara kita bershalawat,

    Semua shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah bisa dibaca ketika kita shalat, ketika membaca doa sewaktu tahiyat,

    Dan shalawat selain yang diajarkan oleh Rasulullah adalah hanya membawa kita kepada murka Allah, dan penyebab kita tidak bisa minum dari telaga rasulullah, karena itu adalah termasuk amalan yang tidak ada contohnya, terlepas siapapun yang membuat shalawat tersebut….

    bagaimana sih shalawat yang diajarkan Rasulullah?? bisa dibaca disini: http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/06/11/bagaimanakah-lafadz-cara-dan%c2%a0waktu%c2%a0untuk%c2%a0bershalawat/

    Dan janganlah kita menyampaikan suatu amalan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, sebab ancamannya sangat besar, karena sama aja dengan berdusta atas nama Rasulullah, bisa dibaca disini:

    http://aslibumiayu.wordpress.com/category/dusta/

    Sudah selayaknya sebagai sesama muslim saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,

    Mohon maaf sekiranya nasehat saya ini kurang berkenan dihati anda,…..

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Balas
    • 2. wahyu2005  |  Juni 19, 2010 pukul 9:13 am

      Jazakallah udah ngasih komentar…, walaupun mohon maaf kalo saya tidak setuju sepenuhnya dengan tulisan anda. saya menghormati mereka yang mengucapkan shalawat yang mungkin tidak pernah diajarkan Rasulullah, selama tidak melanggar kaidah-kaidah ajaran Islam. Sahabat Bilal bin Rabah melaksanakan sholat sunnah setelah wudhu, padahal sebelumnya Rasulullah tidak pernah memerintahkannya, tapi Rasulullah memuji perilaku sahabat Bilal bin Rabah r.a.
      Tapi saya menghormati pendapat antum.

      Balas
      • 3. Maulana Mufti  |  Juli 25, 2010 pukul 8:22 am

        Jazakallahu khairan atas tanggapan antum,

        menanggapi komentar antum,

        “saya menghormati mereka yang mengucapkan shalawat yang mungkin tidak pernah diajarkan Rasulullah, selama tidak melanggar kaidah-kaidah ajaran Islam.”

        anda katakan tidak melanggar kaidah-kaidah islam??
        Dimana letak tidak melanggarnya??
        Justru shalawat yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah itu termasuk melanggar kaidah-kaidah islam,

        Mendatangkan murka Allah,
        Menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam dosa,
        Menyebabkan pelakunya tidak bisa meminum air telaga rasulullah karena melakukan bid’ah…

        Tentang perbuatan sahabat yang tidak dilarang oleh Rasulullah, itu adalah sunnah tarkiyah, boleh diamalkan, dan mendapatkan pahala, jadi tidak bertentangan…

        Banyak kok perbuatan para sahabat yang mendapat persetujuan Rasulullah, dan itu semua menjadi sunnah yang jika kita lakukan mendapatkan pahala,

        Termasuk ada doa dalam shalat yang dilakukan oleh sahabat, kemudian dipuji oleh Rasulullah, dan itu juga menjadi sunnah yang jika kita melakukannya mendapat pahala..

        Jadi para sahabat mendapat rekomendasi dari Rasulullah,..

        Sedangkan orang-orang yang membuat shalawat-shalawat yang tidak diajarkan oleh Rasulullah itu mendapatkan rekomendasi dari siapa??

        Dan perlu diketahui, semua bacaan shalawat itu bisa dipakai didalam tasyahud,

        Kalau mau selamat, ikutilah para sahabat, generasi yang mendapat rekomendasi langsung dari Allah, dalam surat At taubah ayat 100 , juga dalam banyak hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah,…

        baca disini : http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/07/25/kewajiban-mengikuti-cara-beragamanya-para-sahabat/

        Mudah-mudahan bermanfaat,

        afwan sebelumnya….

      • 4. wahyu2005  |  Juli 25, 2010 pukul 2:14 pm

        wah terima kasih udah berkomentar[lagi]. saya memahami cara berfikir mas maulana sebagai pengikut madrasah “salafi” yang tidak setuju dengan maulid dll hal yang ada dalam kehidupan umat Islam. saran saya ya jangan memaksakan pendapat saja dan menyalahkan fihak lain yang berbeda pendapat, bahkan membid’ahkan secara membabi buta, mencerca para ulama. beda pendapat kan boleh mas. kadang saya bertanya tentang orang-orang seperti antum ini? apakah tenang hatinya dengan cara berfikir seperti itu? apakah sampeyan dkk tidak punya keinginan untuk mengkaji kitab[referensi] dari ulama yang beda madzabnya?kebetulan saya punya beberapa teman seperti sampeyan. saya pernah punya adik kelas, anaknya baik, kemudian ia tertarik untuk ngaji di madrasahnya antum dkk. tiba-tiba ia mengkritisi bacaan matsurat, mengkritisi nasyid dsb. tapi sayang ia ternyata mungkin nggak kuat berpegang teguh dengan cara berpikir antum dkk, akhirnya ia malah dengerin mariah carey, bahkan akhirnya pacaran. tidakkan mas maulana dkk berpikir kasihan dengan mereka yang sedang semangat untuk mengkaji Islam, tetapi karena cara berdakwah antum dkk keras [menurut saya dan banyak orang] ia akhirnya terpental, apakah ini mengikuti manhaj Rasulullah dan sahabat, tabi’in?
        jadi maaf saya tetap berbeda pendapat dengan sampeyan, saya mau ikut “cara berpikir” yang standar aja. tapi saya tetap akan menghargai sampeyan sebagai saudara seagama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blog Stats

  • 31,927 hits

%d blogger menyukai ini: