100x SUJUD SEHARI

Januari 16, 2010 at 8:28 am 3 komentar

Kemarin saya mendapatkan nasihat dari ustadz dalam pengajian pekanan yang saya ikuti, sebuah nasihat tentang “Proyek Menyertai Rasulullah Saw di Surga”. Siapa yang tidak rindu untuk bersama Rasulullah Saw di Surga?

Berawal dari sebuah kegundahan seorang sahabat yang selalu menghadirkan air wudlu kepada Rasulullah Saw. Ia selalu menyertai Beliau, namun karena derajat ketaqwaan yang berbeda, ia khawatir tidak bisa bersama beliau di surga, sebab logikanya, tingkat Rasulullah di surga yang paling tinggi, sementara dia?

Imam Muslim meriwayatkan:

 Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami berkata, “Aku bermalam bersama Rasulullah saw., maka aku menghadirkan air wudlu untuk beliau dan kebutuhan beliau.” Beliau berkata kepadaku, “Mintalah kepadaku!” Aku berkata, “Aku minta menemanimu di surga.” Rasulullah bertanya, “Ada yang lain?” Aku menjawab, “Cuma itu.” Beliau bersabda, “Bantulah aku dengan memperbanyak sujud.”

Apabila orang yang dekat dengan Rasulullah saw dan keinginannya dipenuhi oleh beliau saja, tidak yakin bersama beliau di surga, sehingga meminta syafaat dari beliau dan beliau tidak langsung mengabulkan, maka bagaimana dengan kita?

Tentu kita harus berusaha keras memperbanyak sujud dan amal shalih lainnya, sebagaimana semangat Abu Muslim Al-Khaulani:

 “Apakah para sahabat Rasulullah saw menyangka hanya mereka yang berhasil menyertai Beliau saw, tanpa kami. Demi Allah, aku akan bersaing dengan mereka, hingga mereka mengetahui bahwa generasi setelah mereka adalah para KSATRIA”

Jika mengulang hadits Rabi’ah, maka di antara persaingan tersebut adalah “BANYAK SUJUD”

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Tsauban pernah ditanya tiga kali tentang amal yang dapat memasukkan ke surga, atau amal yang dicintai (oleh Allah swt), namun ia diam dan menjawab pada pertanyaan ketiga, “Aku menanyakan hal itu epada Rasulullah saw, maka beliau menjawab,”:

“Kamu harus memperbanyak sujud, sebab tidaklah engkau sujud sekali kepada Allah, kecuali Ia akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus darimu satu kesalahan”

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan,

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Sesungguhnya selama engkau dalam shalat, maka engkau mengetuk pintu Allah swt. Dan siapa yang sering mengetuk pintu-Nya, maka akan dibukakan untuknya.”

Mari berfikir sejenak? Kita bersaing dengan siapa?

Kita bersaing dengan:

  • Khulafaur Rasyidin
  • Para shahabat Nabi saw, termasuk di dalamnya Rabi’ah Al-Aslami
  • Para Tabi’in, termasuk di dalamnya Abu Muslim Al-Khaulani
  • Para Imam, termasuk di dalamnya Imam Madzhab Empat, Para perawi Hadits, dan lainnya
  • Kaum Muslimin di sepanjang 14 abad yang lalu
  • Para ulama dan Mujadid
  • Jutaan kaum muslimin yang ada saat ini

Apakah kita mampu menjadi pemenangnya?

Semoga kita bisa menyertai Rasulullah saw di surga.Amin

 

Iklan

Entry filed under: taushiyah. Tags: , , , .

Kepada air mata Fatimah Azzahra

3 Komentar Add your own

  • 1. M.Taufiqur Rahman  |  Juli 2, 2010 pukul 9:51 am

    ALLAHumma a’inniy ‘ala dzikrika wahusni ‘ibaadatiKA

    Balas
    • 2. wahyu2005  |  Juli 12, 2010 pukul 11:18 pm

      aamiin Ya Rabb

      Balas
  • 3. vina  |  Agustus 13, 2011 pukul 12:27 am

    Amin Ya Rabb

    Itulah kebahagiaan yang haqiqi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: