Archive for Desember, 2009

Kepada air mata

Wahai air mata…

Kenapa kulihat kau kering?

Meneteslah…mengalirlah…

Basahi hati yang gersang

Basuhi jiwa yang lusuh

Meneteslah…mengalirlah…

dalam sujud, ruku’ dan berdiriku

dalam do’a, tilawah, dan dzikrku

(lebih…)

Desember 28, 2009 at 8:16 am 1 komentar

Tentang Kata

“ dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim?” Al Fushilat : 33

Pernahkah kita membayangkan… menjadi seseorang yang perkataannya “bercahaya”. Mereka yang mendengar perkataan kita  merasakan kedamaian,semangat, bertambah ilmu dan imannya, terinspirasi untuk berbuat baik, termotivasi untuk lebih rajin beribadah kepada Allah.

Pernahkah kita membayangkan…menjadi seorang guru yang murid kita bisa “menikmati” pelajaran yang kita sampaikan, mudah mencernanya, mudah memahami, bahkan tercerahkan. Atau menjadi seorang anak yang mampu membuat orang tua,keluarga, guru, saudara dan sahabat kita hatinya senang, tidak merasa tersakiti oleh perkataan kita.

Alangkah mulianya lisan Rasulullah saw… yang diucapkan beliau adalah “cahaya”, wahyu yang Allah turunkan. Alangkah bahagianya para sahabat r.a mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits secara langsung dari lisan Rasulullah saw.

(lebih…)

Desember 23, 2009 at 1:31 pm 2 komentar

Tembok Pembatas Mimpi

Bogor.18/12/2009 22:57:41

Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok

[Hasan Al Banna]

The Dream comes true…, siapa tidak mau?

Alhamdulillah hari-hari ini kita disemangati oleh Arai dan Ikal “Sang Pemimpi”. Betapa bahagia bisa meraih mimpi. Sebait kata-kata positif dari Pak Balia mampu mengarahkan perjalanan hidup Arai dan Ikal. Begitulah….kalimat positif adalah mukjizat.

Begitulah seharusnya seorang Guru kepada muridnya, mengarahkan murid menemukan potensinya, menemukan “emas” yang ada dalam diri setiap kita, dan jadilah ia “seorang manusia” yang utuh, berkarakter. Berani dan mampu menempuh perjalanan [hati] dalam kehidupan ini.

Mengapa mereka “Sang Pemimpi” bisa berhasil meraih mimpinya, sedangkan realita hidup juga menceritakan tentang “orang lain” yang belum berhasil meraih mimpinya, atau bahkan tak pernah sempat bermimpi? Letak perbedaannya adalah, karena “Sang Pemimpi” berhasil melampaui “Tembok Pembatas Mimpi”.

Menurut pendapat saya [secara subyektif], berdasarkan taushiyah[ustadz] dan beberapa buku yang saya baca [Head Strong-nya Tony Buzan, You Can if You Think You Can-nya Dr. Norman V. Peale] ada 3 “Tembok Pembatas Mimpi” :

1.       Mindset atau cara berpikir

Untuk meraih mimpi kita perlu memiliki cara berpikir yang benar dan sehat, yakni berpikir positif, berpikir bisa, berpikir “You Can if You Think You Can”. Karenanya sangat penting bagi kita untuk selalu memeriksa pikiran dan cara berpikir kita, karena apa yang apa yang terjadi dalam kehidupan kita sangat ditentukan oleh “lukisan” dalam pikiran kita.

(lebih…)

Desember 19, 2009 at 7:03 am 4 komentar

Kepada Huruf dan Kata(2)

(4)

Di depan layar laptop

Aku terpaku menatapmu

Belajar  tentang hiperlipidemia

Penyakit masyarakat modern

Bukan kekurangan tapi kelebihan makan

ada  kolesterol jahat (LDL) dan ada kolesterol baik (HDL)

(lebih…)

Desember 5, 2009 at 9:50 am Tinggalkan komentar


Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 31,762 hits