Mudah dan Berkah

November 4, 2009 at 8:06 am Tinggalkan komentar

Bogor.1/11/2009

bankPagi tadi selesai sholat Shubuh, sekitar jam 05.30 saya berangkat ke tempat pengajian, Alhamdulillah…, sebuah nikmat dari Allah untuk menafkahi hati dan akal [salah satu kebutuhan akal adalah ILMU yg BENAR atau KEBENARAN].

Nasihat Ustadz pagi ini adalah terkait halal-haramnya aktivitas muamalah keuangan, khususnya terkait Riba dan produk perbankan. Bagaimana agar kita hati-hati sehingga jangan sampai terjerat kepada yang haram.

Jelas ini bukan tema baru…, tapi memang harus selalu diingatkan karena berkaitan erat dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Di negeri ini salah satu “penyakit” yang melahirkan kemiskinan, ketimpangan sosial, kejahatan finansial adalah masalah ini: Sistem RIBA

Al Qur’an telah mengajarkan kita…dalam Surat An Nisa:

29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Saya tak akan membahas masalah fiqh…, para ulama ataupun pakar ekonomi syariah telah membahas panjang lebar dan sudah clear terkait segala permasalahan dan solusinya.

Permasalahan kita adalah… kebutuhan seolah tiada cukupnya dan kondisi finansial seringkali “kepepet”. Atau kita punya ide-ide atau pun keinginan yang untuk merealisasikannya mau tidak mau harus berurusan dengan bank ataupun lembaga pembiayaan [bahkan di pasar-pasar, di kalangan masyarakat banyak “bank” perorangan <baca renternir> yang bisa memberikan pinjaman dengan sangat mudah].

Sebenarnya, hari ini…kita harus berterima kasih kepada mereka yang telah memperjuangkan Bank Syariah ataupun BMT-BMT. Kita dengan sangat mudah bisa menabung, pinjam, transaksi e-banking di Bank Syariah yang ada. Tapi di tataran realita…, di keluarga, tetangga, ataupun tempat kerja masih banyak yang memilih untuk bertransaksi di Bank Konvensional.

Secara subyektif[yang mengganggu kebahagiaan menurut saya], beberapa permasalahan terkait hal ini antara lain:

  1. Mereka yang bekerja di sistem ribawi, bagaimana solusi terbaik?
  2. Mereka yang terjerat utang [bunga-berbunga] oleh Bank Ribawi atau rentenir

Permasalahan no 1 jelas harus diselesaikan secara sistemik oleh pemerintah, karena sistem keuangan ribawi ini yang dipakai [padahal jelas tidak sesuai dengan Pancasila, terutama sila 1 dan 5]. Tapi berharap kepada pemerintah….mungkin butuh waktu panjang. Yang paling mudah adalah perubahan secara personal…, berganti pekerjaan, hal ini tentunya sangat membutuhkan kekuatan iman dan persiapan yang matang. Tapi demi halalnya uang yang kita gunakan untuk menafkahi anak-istri kita…

[saya sendiri seringkali merasa tidak berdaya, padahal ada saudara, sepupu, dan teman yang bekerja di sektor ini…, sampai hari ini saya belum pernah mendakwahi secara lisan agar mereka segera berpindah kerja, saya baru bisa mendo’akan…, sungguh berat amanah mereka yang ada di eksekutif ataupun legislatif negeri ini, kapankah akan ada perubahan signifikan. Seperti di Pekalongan, Bupatinya jelas orang pesantren…sudah adakah keinginan untuk menyelamatkan masyarakat dari sistem ribawi ini?]

Tetapi kita harus optimis dan positive thinking…, insya Allah perbankan dan ekonomi Islam semakin berkembang dan diterima masyarakat.

Alhamdulillah, secara pribadi saya telah merasakan kemudahan dan keberkahan dengan bertransaksi sesuai syari’ah.

Waktu itu pas saya butuh laptop, tapi uang cash yang ada untuk alokasi beli laptop hanya ada 2 juta…, saya berpikir bagaimana bisa beli laptop baru, saat itu kira-kira budgetnya 7 juta-an.Akhirnya pas ada pameran laptop [Acer] di Botani Square, saya mengajukan kredit ke Adira (non-syari’ah), setelah saya tunggu katanya ada yang mau survey, ternyata tidak ada yang datang…saya menyimpulkan nggak lolos usulan saya.

Trus saya mencoba ke BMT, saya mau minjam 5 juta, tetapi karena tidak ada jaminan yang saya punya otomatis tidak bisa. Akhirnya saya cerita ke Angga dan Dedi, sambil mengeluhkan tentang ekonomi syariah yang dipraktikkan, mau pinjem 5 juta aja ribet. Saya sempat tergoda untuk minjam di BRI, karena kampus saya ada MoU dengan BRI, sangat mudah lah untuk pinjem ke BRI. Tetapi subhanallah nasihatnya Dedi….”mas, dengan ekonomi syariah insya Allah lebih berkah [mirip-mirip gitu deh]”, akhirnya….pertolongan Allah datang. Waktu itu ada mas Herdi, mendengar saya butuh laptop, dia menawari untuk transaksi sama dia [maklum bisnisnya emang jualan komputer dan laptop], akhirnya saya beli laptop seharga 5,5 juta dengan dp 2 juta dan akad jual-belinya seharga 6 juta selama 4 bulan ke depan angsurannya.

Pengalaman kedua, ketika saya dicarikan Pak Arifin “Rumah”, dan saya harus membelinya seharga 25 juta. Gimana caranya? mencari uang 25 juta secepatnya…, sekali lagi saya tergoda untuk mengajukan pinjaman ke BRI [konvensional], karena cara inilah cara yang instant, seperti para pegawai negeri yang lain; tinggal menjaminkan SK PNS.

Alhamdulillah…, setelah berkonsultasi dengan Ust. Hamdan [Operational Manager Bank Muamalat Bogor] dan Pak Mukti [Operational Manager Bank Muamalat Palangkaraya_sekarang di Papua], saya disarankan untuk mengajukan pembiayaan ke Bank Muamalat di Palangkaraya. Alhamdulillah berhasil, memang pengurusan administrasi di kampus lebih ribet dibandingkan pinjam di BRI, tapi bisa….

Pengalaman ini semakin mengajarkan saya tentang pentingnya niat dan komitmen kita untuk bermuamalah sesuai tuntunan syariah. TERNYATA MUDAH dan BERKAH



Iklan

Entry filed under: rehat sejenak.... Tags: , , , .

Kepada Huruf dan Kata Negeri ini butuh Streptomyces antikorupsiensis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: