Semangat

Juni 19, 2009 at 1:40 pm Tinggalkan komentar

Bogor, 16/06/2009

tetap semangat

Sampai nanti

Sampai mati”

[Letto]

April kemarin saya disemangati dengan syair ini oleh Pak Ridho [cuma tiga kalimat ini lho, tidak lebih], waktu itu saya dan sebagian teman lumayan “shock” dengan sesuatu hal yang kita mungkin terlalu berharap, terlalu tinggi ekspektasi sedangkan hasilnya di luar harapan, walaupun kisarannya sesuai hasil survey. Nasehat yang pas bukan?

Semangat harus kita jaga sampai tetes darah terakhir…, karena kita harus hidup. Mengutip perkataan Mel Gibson dalam film Braveheart “everyone will die, but not really lives”. Semangat menjadikan kita hidup dengan sebenarnya [tentunya berbekal ilmu yang benar] dan mencegah kita menjadi seorang zombie, hidup tapi mati, atau pun “mati segan hidup tak mau”.

Apalah lagi karakter kehidupan di dunia ini yang disesaki masalah, suka duka, dan dinamika lainnya yang membutuhkan stamina kita untuk bisa konsisten bergerak mengikuti perputaran roda kehidupan. Roda yang selalu berputar dengan ketidakpastian dan perubahan.

Hiduplah hari ini…, begitulah nasehat yang saya pernah dapatkan di buku “Perbarui Hidupmu” karangan Syaikh Muhammmad Al Ghazali, seorang ulama Al Azhar terkenal. Hiduplah hari ini, karena masa lalu telah terjadi dan takkan terulang, sedang masa depan masih misteri [kita hanya bisa berencana dan berbaik sangka].

Jangan pedulikan “kegelapan” kemarin, tugas kita mengambil hikmahnya bukan untuk terpenjara dengan masa lalu. Lihatlah…cahaya begitu melimpah dimana-mana, semuanya menerangi, apakah kita akan memilih terpasung dalam ruang gelap, tanpa jendela tanpa cahaya [nasehat Dr.Aidh Al Qarni dalam buku “Jangan Putus Asa”].

Hiduplah hari ini…dengan semangat, yakinlah Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita [nasehat arai untuk ikal dalam Sang Pemimpi].

Wahai jiwa…majulah, tidakkah kau rindu harumnya surga?

NB : kemarin saya ketemu dengan pembimbing saya, Prof.Dr. Latifah K Darusman. Beliau memotivasi agar saya lebih bersemangat menyelesaikan study saya. Terima kasih Bu atas kebaikan, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam mendidik saya.

Iklan

Entry filed under: rehat sejenak.... Tags: , , , , .

Memori Emas Ketika Tangan dan Kaki berkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: