Memori Emas

Juni 16, 2009 at 1:59 pm 1 komentar

Bogor, 15/06/2009

DSC_0137 ac6aaf6b-a020f414-1de74970-8e3134e1Ada dua aktivitas lama saya [masa SMP-SMA], yang selalu saya rindukan; mengaji di Masjid dari Maghrib sampai jam 8 malam dan mijitin Ibu sampai tertidur. Karena membahagiakan dan memberi energi buat saya.

Aktivitas ini bisa dikatakan hampir tiap malam, rutin. Sayang akhirnya terhenti ketika saya hijrah ke Bogor th ‘98 untuk menuntut ilmu di IPB.

Memang di IPB pun saya ikut ngaji, lebih intensif malah. Tapi momen mengaji Al Qur’an dalam sebuah lingkaran, habis Maghrib di Masjid setiap malam tak akan pernah terlupa. Walau saat itu kami juga badung, sering bolos untuk nonton film Yoko atau kenakalan-kenakalan remaja [kampung] liannya. Mengaji beberapa ayat Al Qur’an sembari belajar tajwidnya, begitu indah…bercahaya.

Guru ngaji kami antara lain : Ustadz Miftah, Mas Abrori, Kang Shonef, Kang Toha [almarhum], Pak Akhyar, Pak Palal, Pak Udin, Lik Kasrin, Mas Anto, Mas Asmuni, Mas Abidin, Mas Nur, dan Mbah Kaji Muslih [almarhum] tentunya sebagai Kyai yang paling dituakan, sayang saya belum pernah diajar langsung ama beliau.

Dari malam Sabtu sampai malam Kamis jadwalnya rutin ngaji, sedang malam Jum’at diganti Yasinan di rumah-rumah bergantian. Habis Maghrib sampai Isya kami ngaji Qur’an, setelah sholat Isya ngaji kitab.

Beberapa kitab yang diajarkan antara lain; Hidayatus Syibyan, Aqidatul Awam, Safinatun Najah, Akhlaq Banin, Washoyya, Syuabul Iman karangan Imam Baihaqi, Mabadi’ul Fiqhiyah, Sulam Taufik, Uqulud Dujain, Jurumiyah, Shorof, Ta’lim Muta’alim [belum sempat ikut, keburu ke Bogor], Awamil Jurjani, Fathul Qarib.

Mereka yang masih rajin sampai sekarang mungkin udah sampe belajar Tafsir pake kitab gundul, juga belajar tasawuf dengan Syarah Hikam.

Kitab-kitab di atas adalah kitab awalan di pesantren. Sebagaimana di Majelis Ta’lim milik NU yang lain, tentunya pengajaran di kami : fiqhnya madzab Imam Syafi’i, aqidahnya madzab Asy’ariyah, dan pendekatan pengajaran akhlaknya ala Imam Ghazali.

Bila kuingat masa kecil di kampung halaman

Kenangan yang indah semuanya takkan terulang

Pergi mengaji sore hari bersama sahabat

Nikmati siraman Islam di masjid tercinta

Kan selalu ku kenang

Jasa guru tersayang

Ajari kami tentang keikhlasan

Kan selalu ku kenang

Jasa guru tersayang

Ajari kami tentang kebenaran

Allah Tuhanku

Muhammad Rasulku

Al Qur’an kitabku

Islam Agamaku

Allah Tuhanku

Muhammad Rasulku

Al Qur’an kitabku

Kucinta selalu

Menikmati syahdunya lantunan “Memori Emas” oleh Gradasi dalam album Dimensi, ingatanku melayang ke masa-masa remaja di Pekalongan dulu. Subhanallah, betapa besar jasa ustadz-ustadzku dulu.

Takkan pernah cukup kata. Allahummaghfirlana wa liustadzina…Aamiin.

Iklan

Entry filed under: rehat sejenak.... Tags: , , , , , , , .

EDENSOR Semangat

1 Komentar Add your own

  • 1. cilup  |  Februari 3, 2011 pukul 5:02 pm

    saya suka nasyid ini 😀

    mengingatkan masa kecil saya d surau yang sempat kebakar awan panas 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: