Kerendahan Hati

Juni 13, 2009 at 4:17 pm 2 komentar

padiSaya mengikuti salah satu milis partai politik di Indonesia, tentu yang saya dukung [banget]. Kadang senang membaca postingan yang bermutu, mencerahkan, dan mengingatkan kita.

Sayang, seringkali juga ada postingan yang isinya dekstruktif, emang sih hak asasi tapi mbok ya tahu diri. Kata orang jawa “ojo rumongso biso, nanging bisoho rumongso”.

Bagaimana saya tidak miris membacanya, seseorang yang mengaku kader  tapi komentar terhadap jajaran pemimpin partai sangatlah tidak sopan, seolah-olah salah aja apa yang dilakukan pemimpin partai, hanya karena berita di media [terutama internet] yang belum tentu benar, bahkan seringkali bias.Tentang SBY-Boediono misalnya, bukankah ini keputusan syuro? Syuro pasti memutuskan dengan kaidah-kaidah, informasi yang valid, dan pasti memilih yang terbaik.

Kenapa ini terjadi? Apakah karena ekspektasi yang berlebihan atau permasalahan akhlak? Atau sebab lainnya.

Seharusnya kita menempatkan diri dengan benar dan menyadari betapa beratnya amanah para qiyadah. Bukankah partai punya mekanisme terkait penyampaian masukan, kritik. Jangan diumbar di internet. Saya yakin jajaran qiyadah pun akan senang diingatkan.Kata Taufik Imail dalam puisinya : “Kerendahan Hati”

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi

rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Indah bukan kalo kita menempatkan diri dengan benar. So…

OJO RUMONGSO BISO, NANGING BISOHO RUMONGSO

Iklan

Entry filed under: rehat sejenak.... Tags: , , , , .

Walimahan Nasehat Lukman Hakim

2 Komentar Add your own

  • 1. Striker  |  Juli 1, 2009 pukul 2:09 pm

    Hey apakah anda tidak sadar , kalau partai anda dianggap remeh, bukan masalah besar kecilnya tugas tapi masalah harga diri, bagaimana pks bisa tunduk dg org yg tunduk pada amerika apakah ini yg namanya hidup segan mati tak mau. Mereka menganggap tak butuh pks tapi pks yang butuh, Katakan pada partai anda Islam harus berani, jangan takut kehilangan dukungan karna ALLAH bersama org2 yg yakin. Pks hampir kehilangan jati dirinya. Anda itU rendah hati atau takut mati

    Balas
    • 2. wahyu2005  |  Agustus 28, 2009 pukul 9:50 am

      bagaimana kita mau berjuang kalo emosional gini bahasanya? cape deh

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: