Ilmuwan vs Ilmuwan

Juni 6, 2009 at 8:58 am Tinggalkan komentar

einstein3Apa akibatnya jika Teori Relativitas Einstein dipakai di ranah sosial? Permasalahan yang sama, karena ditinjau dari sudut pandang berbeda akan menghasilkan solusi yang berbeda pula.Bagaimana jika pandangan itu dianggap sebagai sebuah kebenaran?

Akhir-akhir ini kita digaduhkan dengan polemik antara ekonomi kerakyatan vs ekonomi neoliberal. Saling serang, saling klaim, termasuk juga perbantahan memenuhi media massa. Walaupun sebenarnya bukan wacana baru, tetapi karena pilpres polemik ini menjadi sangat seru.

Rizal Ramli, Revrisond Basyir, Ihsanudin Noersi, Drajad Wibowo, Kwik Kian Gie, Iman Sugema dan para ekonom indef serta econit mengklaim di kubu ekonomi kerakyatan. Umumnya mereka cenderung [bahkan sebagian menjadi tim sukses] ke JK-Win atau Mega-Prabowo.

Boediono, Sri Mulyani dkk dituduh sebagai agen IMF, pengusung ekonomi neoliberal. Walaupun dibantah mati-matian oleh Boediono dan tim sukses SBY-Boediono,seperti Rizal Malarangeng, termasuk juga oleh Faisal Basri [bahkan sampai membuat beberapa tulisan yang menggambarkan bahwa Pak Boediono bukanlah neoliberal].Pun Asro Kamal Rokan menulis di resonansi Republika tentang kesederhanaan Pak Boediono di Tanah Suci, juga jasa beliau dalam UU ekonomi syariah.

Jadi semuanya merasa konsep ekonominya adalah pro rakyat, bukan neoliberal.

Saya tentunya tidak kompeten membahas secara ekonomi, bagaimana seharusnya yang benar? Secara akademik saya menikmati polemik ini, karena membuka mata kita…tentang permasalahan bangsa kita, dan bagaimana solusinya? Mencerahkan.

Selain di bidang ekonomi, sebenarnya polemik juga terjadi di antara ilmuwan [ilmu] Politik. Terutama di lembaga survey, konsultan politik, pengamat politik, dan tentunya juga para ilmuwan politik yang memilih terlibat di politik praktis.

Di lembaga survey ada Saiful Muljani, Denny JA, M.Qodari, Johan Silalahi dkk. Konsultan politik yang paling kontroversial adalah Malarangeng bersaudara di tim Fox Indonesia yg menjadi tim sukses SBY-Boediono. Para pengamat politik dari UI, Eep Saefullah Fatah, Arbi Sanit, dan Maswadi Rauf; dari LIPI Syamsudin Haris, Fachri Ali; dari UIN Ciputat Bahtiar Effendi; dari Paramadina Anies Baswedan, Yudi Latief dan Arya Bima. Kalangan ilmuwan politik yang menjadi praktisi, Amien Rais di PAN, Indra J Pilliang di Golkar dkk.

Polemik yang terjadi juga tidak kalah ramai…

Polemik juga terjadi antara BPOM MUI dengan Depkes terkait kehalalan vaksin anti meningitis bagi calon jema’ah umroh dan haji. Polemik di antara kalangan pendidik, pro UN vs kontra UN.

Di bidang lain kalo ditelusuri lebih jauh pasti juga akan banyak ditemukan. Siapakah yang akan menang? Yang benar atau yang kuat?Siapa yang benar?

Sejatinya mereka adalah para ilmuwan, yang diberi anugerah memiliki ilmu lebih dibanding orang kebanyakan, memahami kaidah-kaidah ilmiah. Harapan masyarakat akan buah dari ilmu mereka sangat besar. Bagaimana ilmu mampu membawa pada kemajuan peradaban, membawa pada kesejahteraan.

Sebuah peringatan pernah disampaikan oleh Imam Al Ghazali, bahwa ulama [jika dianalogikan bahwa ilmuwan dianggap juga ulama]itu terbagi dua. Ulama su’ yang “cinta dunia” dan Ulama khoir yang “cinta akhirat”.

Contoh termasyhur ulama su’ adalah Bal’am di zaman Nabi Musa AS, walaupun ia tahu betul kebenaran risalah Nabi Musa AS, Bal’am lebih memilih membela Fir’aun.

Teladan Ulama khoir adalah Imam Ahmad bin Hanbal yang rela dicambuk, dipenjara oleh Rezim Mu’tazilah dalam membela keyakinannya bahwa Al Qur’an bukanlah makhluk. Di abad 20 ini yang terkenal adalah Sayyid Qutb pengarang tafsir Fi Zilalil Qur’an yang syahid di tiang gantungan dalam rangka membela kebenaran.

Iklan

Entry filed under: politik.

SMS Tarbiyah Ketika Cinta Bertasbih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: