Perjalanan Cahaya

Mei 13, 2009 at 6:11 am Tinggalkan komentar

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Juni 1998, awal masuk kuliah…

Aku ingat rambutnya keriting sebahu, selalu pakai bando

Setiap kuliah pakai celana jeans dan baju yang matching, stylis

asyik diajak diskusi, ramah dan murah senyum

Ia sekelas denganku di matrikulasi

Hari itu…setelah sepekan menjalani ospek

Hari pertama kuliah semester satu

Ia memakai jilbab di kelas, tak ada lagi bando dan rambut keritingnya

Memang masih pake jeans, tapi bajunya sudah panjang

Aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya …

(walaupun aku mencatat: metamorfosisnya masih sebagian)

Sejak itu kulihat ia rajin ikut kajian

Hari itu…pertengahan kuliah semester 4

Ia memakai jilbab di kelas, hijabnya rapi standar para akhwat yang kukenal

tak ada lagi celana jeans

aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya…

sudah seperti kupu-kupu

sejak itu aku tahu ia aktif di masjid kampus, jadi asisten PAI, ikut menda’wahkan cahaya…

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Juni 1998, awal masuk kuliah…

Aku ingat ia sering menasihatiku

Mengajakku sholat dhuha, sholat wajib berjama’ah di masjid Alumni

Tema pembicaraannya serius, tentang reformasi, masalah palestina, politik…

Tak pernah ia bicara tentang film terkini, lagu yang sedang hits, gossip selebritis

Di sela jam kuliah ia baca Al Qur’an

Subhanallah…aku kagum dan bangga padanya

Sebuah perjalanan cahaya…

Semester 8 berjalan…

Kami semakin sibuk dengan urusan masing-masing; kuliah, organisasi, ngajar privat dll

Ada kabar ia naksir teman sekelas…(aku tak mau percaya)

Kadang-kadang kudengar ia bersenandung lagu barat

Aku masih memakluminya…(bukankah kita kadang seperti itu?)

Karena kita tak boleh memvonis, mencela

Karena kita tak boleh merasa lebih baik dari yang lain

Karena tugas kita mengingatkan, mendo’akan

Karena aku yakin ia tetap rajin sholat, rajin tilawah, rajin beribadah

Waktu makin berjalan, aktivitas bertambah padat…

Aku jarang silaturahim dengannya

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Setiap saat selalu ada cahaya mendatangi

Setiap saat selalu ada ujian, godaan…

sampai maut menjemput

Nawir Qulubana Yaa Allah, kal qalbi rasulika Yaa Allah

Allahumma Yaa muqalibalqulub, tsabit qulubana ‘ala dinika wa ‘ala tho’atika

Iklan

Entry filed under: kata hati. Tags: , .

Pada MU Ya Rabbi ANTARA SIPIL DAN MILITER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 34.623 hits

%d blogger menyukai ini: