Makanan Enak Vs Makanan Sehat….

Mei 5, 2009 at 9:06 am 2 komentar

Sebuah pertarungan ilmu pengetahuan vs kapitalis-materialis

meadow-vale-southern-fried-chicken

Siapapun kita pasti akan mengatakan bahwa fried chicken [dari KFC,CFC atau Mc D] adalah makanan yang enak. Tidak hanya enak, tapi juga bersih,higienis, restonya elegan dan bercitra modern. Bahkan, makan di KFC, CFC, atau Mc D telah menjadi life style tersendiri bagi sebagian masyarakat perkotaan sejak medio 90-an.

Memang enak, bersih dan higienis.Tapi, apakah SEHAT?

Jika enak berhubungan dengan rasa, selera[lidah].Bersih dan higienis berdasarkan pengamatan fisik. Menentukan makanan sehat atau tidak, harus dilihat “kimia” makanan tersebut, apakah aman, bermanfaat atau berbahaya bagi tubuh.

Seperti kita tahu, makanan yang kita konsumsi akan mengalami proses [dan perjalanan] di organ pencernaan, biasa disebut metabolisme.

Pertama kali makanan akan mengalami katabolisme, yakni didegradasi menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan sederhana.Kemudian, dilanjutkan proses anabolisme, molekul yang lebih kecil tadi akan membentuk senyawa-senyawa yang diperlukan oleh tubuh dan sebagian disimpan. Unsur atau senyawa yang tidak diperlukan akan disekresi.

Bisa dibayangkan betapa pentingnya kita memperhatikan “kimia” dari makanan yang kita konsumsi. Secara ekstrim, Pak Oce [dosen kimia di IPB] pernah menganalogikan perut kita dengan gelas piala. Apa yang akan terjadi jika kita sembarangan memasukkan jenis makanan ke “gelas piala” kita?

Sejenak…mari kita kritisi beberapa produk makanan[dan minuman] yang diiklankan gencar di media :

  • Minum Extra Jos setelah makan siang agar stamina terjaga waktu kerja

  • Minum Coca Cola [yg nilai pHnya dibawah pH darah] untuk menjadi generasi yang berrrrr…

  • Marimas [dll] rasa jeruk, mangga, dll rasa buah-buahan [kenapa tidak minum aja jus jeruk, mangga yang asli, jelas lebih sehat dan enak]

  • Minum Mizone [dan minuman ion lainnya, mis; pocari sweat] agar menjadi 100%

  • Makanan ringan untuk anak-anak yang mengandung MSG atau pewarna

[Termasuk makanan jajan anak-anak di sekitar rumah kita, yang mengandung pewarna tekstil, pengawet, dan bahan-bahan lain yang mengganggu kesehatan]

Apakah benar kita perlukan dan sehat jika sering dikonsumsi?

Saya yakin para pakar gizi atau pakar diet yang baik [mengadopsi pendapat Imam Ghazali tentang ulama khoir dan ulama su’, maka ada pakar khoir dan pakar su’] mayoritas akan mengatakan TIDAK.

Tetapi, “makanan enak” adalah produk yang secara industri-kapitalis sangat menguntungkan. Industri yang berideologi kapitalis-materialis tidak akan peduli apakah produknya akan berbahaya untuk manusia, yang penting “dengan modal sesedikit mungkin akan menghasilkan keuntungan maksimal”[kecuali jika yang menjadi korban mereka sendiri].

Kalau perlu dilakukan penelitian ilmiah yang mendukung produknya, atau untuk mengcounter penelitian yang melaporkan bahaya dari “makanan enak’ tersebut. Didukung dengan marketing strategy canggih, pembeli dan pasar didesain agar mencintai produk, dan akhirnya bisa mendikte selera pasar.

Begitulah…

Kurang apa majunya ilmu pengetahuan di dunia Barat, pasti mereka tahu dampak jahat dari minuman keras dan rokok, tapi malah menjadi budaya bagi mereka[bahkan Liverpool, tim sepak bola favorit saya, sponsornya adalah Carlsberg:salah satu merk miras].Sebuah paradoks nyata di dunia modern sebagaimana dikisahkan oleh Andrea Hirata di Edensor.

Ilmu pengetahuan [versi Barat yang dilandasi filosofi materialisme], dikalahkan oleh nafsu Kapitalis-materialis, bahkan kalau perlu dijajah. Kepentingannya adalah CAPITAL.

Sudah saatnya Ilmu pengetahuan kembali diintegrasikan dengan iman yang benar, agar kembali menang dan selalu dijadikan pijakan dalam membuat keputusan, tidak lagi karena yang penting untung ala kapitalis-materialis.

Iklan

Entry filed under: kimiasiana.

Dampak Krisis Global di Kampungku Pada MU Ya Rabbi

2 Komentar Add your own

  • 1. then must  |  Mei 7, 2009 pukul 2:45 am

    menarik juga.. tapi kenapa ya walau sudah tau pentingnya makanan sehat pada praktisnya tetep wae makan gorengan gak habis2nya … plus bermangkuk2 indomie berbagai rasa .. 🙂

    Balas
    • 2. wahyu2005  |  Mei 7, 2009 pukul 5:56 am

      terima kasih nasihatnya

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: