Do’a Yang Terkabul…

April 17, 2009 at 2:30 pm 2 komentar

imz08radmin1235396228Do’a yang mengancam? Pasti tahu kan? Yup, inilah filmnya Hanung yang dibintangi si Aming. Membaca resensinya (saya belum nonton, belum minat euy…) di Republika kelihatan ceritanya menarik dan memiliki hikmah buat kita. Tapi …saya protes sama judulnya, maka saya usulkan diganti menjadi Do’a Yang Terkabul.

Doa Yang Terkabul? Ya, karena sebagai orang beriman, ketika berdo’a kita harus yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT akan mengabulkan do’a kita. Fakta bahwa banyak do’a belum terkabul, tentu kita harus belajar lagi tentang adab berdo’a. Bisa jadi kita melanggar syarat dikabulkannya do’a, atau Allah SWT menunda waktunya, mungkin belum cocok buat kita, karena Allah SWT Maha Tahu apa yang terbaik buat kita, begitulah kata Ustadz Sanusi…

Saya tidak akan menulis lebih jauh tentang adab berdo’a. Saya ingin berbagi pengalaman tentang do’a yang terkabul.

Pertama, do’a yang langsung Allah SWT kabulkan dalam hitungan menit

Do’a ini saya panjatkan di akhir Ramadhan 2004 M, antara tanggal 24-26 Ramadhan, saya lupa tepatnya. Saat itu saya sedang naik pesawat Sriwijaya Air jurusan Jakarta-Palangkaraya dalam rangka pendaftaran staf dosen di Universitas Palangkaraya.

Sebagai “wong ndeso” inilah pertamakali pengalaman naik pesawat. Di dalam pesawat, sebagaimana orang lain yang pertama kali naik pesawat, ada perasaan senang bisa naik pesawat, bisa menyaksikan awan-awan, dan tentunya perasaan khawatir…sesuatu yang manusiawi. Tidak ada cara lain untuk menenangkan hati dan mengisi waktu [10 terakhir Ramadhan lagi]selain berdo’a.

Di tengah perjalanan, kira-kira 30-an menit dari take off (perjalanan Jakarta-Palangkaraya + 1 jam 20 menit), setelah para pramugari membagikan makanan, diteruskan jualan souvenir, lalu seorang pramugari mengumumkan bahwa dalam rangka merayakan 1st anniversary dari sriwijaya air, akan dilakukan pengundian tiket dengan hadiah 2 tiket pp Jakarta-Palangkaraya dan jam tangan ekslusif.

Saat itu juga aku langsung berdo’a “ Ya Allah, jadikan hamba orang yang mendapatkan hadiah tiket pp tersebut” [kurang lebih seperti itu, saya lupa kalimat aslinya]. Tak lupa, banyak beristighfar dan bershalawat. Tiket pesawat lantas diambil dari para penumpang oleh pramugari, trus diundi kayak arisan. Dan kemudian dibacakan no serinya. Singkat kata, salah satu dari 2 penumpang yang mendapatkan hadiah itu adalah aku [tidak ada kata lain kecuali Alhamdulillah].

Begitulah takdir berbicara, bahwa rizki yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita pasti akan kita dapatkan, dengan cara yang Allah SWT kehendaki.

Kedua, doa yang Allah SWT kabulkan dalam hitungan hari

Waktu itu saya masih kelas 2 di SMA Kajen Kab Pekalongan. Awal bulan April 97, sekolah mengadakan lomba puisi untuk memperingati hari Kartini dan hari Pendidikan. Di kelasku ada beberapa orang yang suka puisi; anggoro, prita, heni, yani, widya, dll [salah satunya aku].

Kami biasa membuat puisi di kelas, menghiasi buku-buku kami, bahkan kadang puisi di halaman pertama bukuku dibacakan di depan kelas oleh teman yg iseng dengan maksud mencandai, atau ada yang membalas puisi di halaman yang lain…begitulah kenangan di masa SMA So, dengan disemangati oleh guru bahasa Indonesia [Pak Anas], inspiring teacher bagi kami, akhirnya kami mengajukan beberapa puisi.

Saya bahagia sekali jika mengenang tentang bagaimana saya menuliskan puisi itu…

Malam itu, setelah bangun malam…aku lantas sholat 2 rakaat di kamar. Setelah itu, dengan membaca basmalah dan berdo’a semoga Allah SWT memenangkanku, kutuliskan puisi tentang pendidikan di selembar kertas dengan hati-hati agar tulisannya bagus dan enak dibaca, soalnya aku sering diprotes guru bahwa tulisanku terlalu kecil dan jelek.

Puisi itu kuberi judul: AKU [biasa, terinspirasi Chairil Anwar…]

Singkat cerita, pas upacara bendera diumumkanlah pemenang lomba puisi, dari 6 orang pemenang (Juara 1,2,3 utk hari Kartini dan 1,2,3 untuk Hardiknas) 5 orangnya adalah kami. Dan senangnya aku juara 1 untuk hardiknas, mengalahkan Asih Idha [juara 2] yang merupakan anak terpandai di angkatanku, sedang anggoro juara 1 untuk hari Kartini. Hadiahnya waktu itu buku tulis 10 buah, dan puisi kita ditempel di mading sekolah.

Pengalaman ini selalu terkenang…karena indah, bahwa orang yang berdo’a tak akan pernah menyesal.

Ketiga, do’a yang Allah SWT kabulkan dalam hitungan tahun

Waktu masih SMP, beberapa do’a yang sering saya panjatkan adalah do’a agar aku memperoleh beasiswa dan menjadi siswa teladan di sekolahku. Tapi, karena ternyata rangking pararelku bukan yang pertama maka aku gagal mendapatkan beasiswa, karena syaratnya harus rangking 1 pararel. Saat itu yang mendapat beasiswa selama 3 th adalah Amy, temanku yang paling pinter, sedangkan rangkingku antara 2,3,4, dan 5, tapi tak pernah rangking 1.

Untuk siswa teladan, angkatanku diwakili oleh Herman, sang Ka OSIS. Secara akademik kami seimbang, tapi anak ini emang pinter pidato dan ngaji.

Gagal mendapatkan beasiswa dan siswa teladan, aku tetap saja setia melafazkan do’a itu.

Akhirnya…saat itu datang juga. Benar kata Andrea Hirata, bahwa Tuhan tahu..tapi menunggu saat yang tepat.

Awal kelas 2 SMA, suatu hari aku, Ida, dan Juniati dipanggil guru BP, Pak Sonhaji, untuk mengurus berkas beasiswa. Singkat kata, kami bertiga mendapatkan beasiswa selama 1 tahun sebesar 25 rb/bulan, saat itu lumayan banyak untuk ukuranku…, bahkan aku diminta mewakili ke Semarang pada pertemuan para penerima beasiswa se-Jateng. Walaupun ternyata di akhir acara dijadikan kampanye oleh Golkar, maklum saat itu masih orba, bahkan kami sampai diajak ziarah ke makam bu Tien.

Cerita pahitnya, beasiswa kami ini, ternyata di 3 bulan terakhir disunat oleh para tikus-tikus kantor…

Tentang siswa teladan, sebenarnya ini lebih “aneh” lagi, karena aku bukan aktivis OSIS, Pramuka, atau ekstrasekuler yang lain, aku lebih dikenal sama temen sebagai anggota dari kelas yang gila bola; olah raganya bola melulu, diskusinya tak jauh dari bola, dll serba bola.

Waktu itu akhir kelas 2, beberapa perwakilan siswa-siswi diangkatanku dipanggil guru BP, trus kami diwawancarai dan dites pidato. Entah kenapa, akhirnya aku dan Asih Idha yang terpilih mewakili sekolah. Akhirnya diadakan lomba siswa teladan se-Kab Pekalongan di sekolahku. Hasilnya… Asih Idha mewakili ke tingkat provinsi, sedang aku… Alhamdulillah juara 2.

Pelajaran yang aku dapatkan dari lomba ini adalah,

bahwa Allah SWT sesungguhnya selalu menganugrahkan nikmat NYA untuk kita, tapi kalo kita tidak menyambut dengan sebaik-baik syukur, akhirnya nilai nikmat itu akan sebanding dengan apa yang kita lakukan. Allah SWT telah memberikan peluang-peluang di hadapan kita setiap saat, Allah SWT telah mengabulkan sebagian besar do’a-do’a kita, tapi nilai NIKMAT dan PELUANG itu, kitalah yang bertanggung jawab.

Saat itu Idha bertanggung jawab penuh dengan usaha optimal, maka ia layak memenangkan lomba. Aku, alhamdulillah telah diberi kesempatan…,dan telah diberi nasihat bahwa :

“ALLAH SWT MAHA MENDENGAR DO’A KITA” JANGAN PERNAH LELAH BERDO’A

Iklan

Entry filed under: rehat sejenak.... Tags: .

NGERTI SAKDURUNGE WERUH…membaca masa depan Witing trisno jalaran soko kulino…

2 Komentar Add your own

  • 1. ipin prasojo  |  April 28, 2009 pukul 10:01 am

    salam hangat wah yu nugroho, dari bojong
    masih ingat dengan ku…. ipin prasojo….

    sekarang di mana? gimana kabarnya?

    benar wahyu….kita harus selalu berdoa, dan bekerja keras karena kerjakeras merupakan sarana untuk mengabil ” jatah ” rejeki dari Allah..

    best regard

    Balas
  • 2. dunia unik  |  Maret 19, 2012 pukul 4:23 pm

    Trims atas infonya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2009
S S R K J S M
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 34.624 hits

%d blogger menyukai ini: