Posts tagged ‘do’a’
Kepada air mata
Wahai air mata…
Kenapa kulihat kau kering?
Meneteslah…mengalirlah…
Basahi hati yang gersang
Basuhi jiwa yang lusuh
Meneteslah…mengalirlah…
dalam sujud, ruku’ dan berdiriku
dalam do’a, tilawah, dan dzikrku
D’oa Seorang Mahasiswa
Bogor.05/09/2009 6:03:57
Pagi yang segar di hari ke-15 Ramadhan 1430 H
Alhamdulillah atas segala nikmat dan hidayah Mu Yaa Rabb…
Di pagi ini, ijinkan aku menuliskan do’aku kepada Mu. Sebuah do’a yang aku sangat berharap Engkau akan mengabulkannya…Amin
Menelusuri ruang dan waktu
Mencari dan mengenal hakikat diri
Yaa Rabbi…
Ijinkan aku, tuntun aku…
Mempelajari sunnah qouliyah Mu
Mempelajari sunnah kauniyah Mu
DO’A
Rabbana…
di kesendirian aku mengetuk pintu Mu
menumpahkan rasa di hatiku
dengan sungguh aku memohon hidayah Mu
aku ingin menjadi pecinta Mu yang jujur
bukan pura-pura…
Do’a Yang Terkabul…
Do’a yang mengancam? Pasti tahu kan? Yup, inilah filmnya Hanung yang dibintangi si Aming. Membaca resensinya (saya belum nonton, belum minat euy…) di Republika kelihatan ceritanya menarik dan memiliki hikmah buat kita. Tapi …saya protes sama judulnya, maka saya usulkan diganti menjadi Do’a Yang Terkabul.
Doa Yang Terkabul? Ya, karena sebagai orang beriman, ketika berdo’a kita harus yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT akan mengabulkan do’a kita. Fakta bahwa banyak do’a belum terkabul, tentu kita harus belajar lagi tentang adab berdo’a. Bisa jadi kita melanggar syarat dikabulkannya do’a, atau Allah SWT menunda waktunya, mungkin belum cocok buat kita, karena Allah SWT Maha Tahu apa yang terbaik buat kita, begitulah kata Ustadz Sanusi…
Saya tidak akan menulis lebih jauh tentang adab berdo’a. Saya ingin berbagi pengalaman tentang do’a yang terkabul.
Pertama, do’a yang langsung Allah SWT kabulkan dalam hitungan menit
Do’a ini saya panjatkan di akhir Ramadhan 2004 M, antara tanggal 24-26 Ramadhan, saya lupa tepatnya. Saat itu saya sedang naik pesawat Sriwijaya Air jurusan Jakarta-Palangkaraya dalam rangka pendaftaran staf dosen di Universitas Palangkaraya.
Sebagai “wong ndeso” inilah pertamakali pengalaman naik pesawat. Di dalam pesawat, sebagaimana orang lain yang pertama kali naik pesawat, ada perasaan senang bisa naik pesawat, bisa menyaksikan awan-awan, dan tentunya perasaan khawatir…sesuatu yang manusiawi. Tidak ada cara lain untuk menenangkan hati dan mengisi waktu [10 terakhir Ramadhan lagi]selain berdo’a.
Di tengah perjalanan, kira-kira 30-an menit dari take off (perjalanan Jakarta-Palangkaraya + 1 jam 20 menit), setelah para pramugari membagikan makanan, diteruskan jualan souvenir, lalu seorang pramugari mengumumkan bahwa dalam rangka merayakan 1st anniversary dari sriwijaya air, akan dilakukan pengundian tiket dengan hadiah 2 tiket pp Jakarta-Palangkaraya dan jam tangan ekslusif.
Saat itu juga aku langsung berdo’a “ Ya Allah, jadikan hamba orang yang mendapatkan hadiah tiket pp tersebut” [kurang lebih seperti itu, saya lupa kalimat aslinya]. Tak lupa, banyak beristighfar dan bershalawat. Tiket pesawat lantas diambil dari para penumpang oleh pramugari, trus diundi kayak arisan. Dan kemudian dibacakan no serinya. Singkat kata, salah satu dari 2 penumpang yang mendapatkan hadiah itu adalah aku [tidak ada kata lain kecuali Alhamdulillah].
Begitulah takdir berbicara, bahwa rizki yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita pasti akan kita dapatkan, dengan cara yang Allah SWT kehendaki.