Posts filed under ‘politik’
Kepada Pak SBY
Selamat…
Bapak terpilih lagi
Itu suara adalah jeritan rakyat Pak
Meneriaki Bapak agar lebih baik, lebih berani, lebih tegas
Itu suara adalah tangisan rakyat kecil Pak
berharap lebih sejahtera, lebih bermartabat, tak tersia-sia
Ilmuwan vs Ilmuwan
Apa akibatnya jika Teori Relativitas Einstein dipakai di ranah sosial? Permasalahan yang sama, karena ditinjau dari sudut pandang berbeda akan menghasilkan solusi yang berbeda pula.Bagaimana jika pandangan itu dianggap sebagai sebuah kebenaran?
Akhir-akhir ini kita digaduhkan dengan polemik antara ekonomi kerakyatan vs ekonomi neoliberal. Saling serang, saling klaim, termasuk juga perbantahan memenuhi media massa. Walaupun sebenarnya bukan wacana baru, tetapi karena pilpres polemik ini menjadi sangat seru.
SEJARAH
SBY-Boediono, JK-Win, Mega-Prabowo…Pilih Mana? Siapakah yang akan terpilih?
Nusantara yang kita cintai ini kembali lagi ke titik persimpangan sejarah, bahwa kita akan memilih kembali pemimpin untuk periode 5 tahun ke depan. Entah berapa dana yang harus dibayar…,yang jelas sangat mahal.
Akankah kita mendapatkan pemimpin[bukan penguasa] yang akan kita cintai dan mencintai kita?
Koalisi Politik ala Kimia
Koalisi politik hari-hari ini menjadi kosakata yang mewarnai media massa, dari Golden Triangle, Golden Bridge atau blok S, blok M, dan blok alternatif. Sama kondisinya seperti th 2004 lalu, ada Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan, atau Poros Tengah pada 1999 yang menghantarkan Gus Dur ke kursi RI 1. Sepertinya koalisi merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan berpolitik di era demokrasi.
Di bidang Kimia, wabil khusus Kimia Organik dikenal mata kuliah Sintesis Kimia Organik, yang mempelajari tentang proses sintesis suatu senyawa target tertentu dengan menggabungkan senyawa-senyawa yg lebih sederhana.
Secara filosofis, proses sintesis ini adalah proses koalisi antar senyawa membentuk molekul target yang diinginkan, dikatakan berhasil jika mampu menghasilkan rendemen 80-85 % dengan tingkat kemurnian tinggi. Sintesis adalah seninya kimia organik, karena di sini dicreate suatu senyawa.
Hasil Pemilu…wajah Indonesia
Inilah kimia jiwa rakyat Indonesia…
Konfigurasi inti hati terlihat pada fenomena
Mengikuti penghitungan suara di kecamatan…menjadi sebuah pelajaran tersendiri. Demokrasi langsung yang telah disepakati bangsa ini ternyata telah menjadi suatu demokrasi prosedural yang melelahkan dan mahal.
Akankah ada perubahan positif di negeri ini?
Saya ingin berbagi pandangan tentang pemilu 2009 ini, yaitu tentang tipe parpol dan pemilihnya berdasarkan pengalaman saya menyaksikan[suara-suara saksi] penghitungan suara di kecamatan.
Secara kasat mata [saya], parpol kontestan pemilu sekarang dikategorikan sbb:
Pertama tipe Parpol Nihil, yaitu kelompok parpol yang di sebagian besar tps tidak mendapatkan suara sama sekali. Kelompok partai ini didominasi oleh partai-partai baru, jaringannya lemah, kadang tak jelas identitasnya, seringkali pecahan partai besar yang dibentuk oleh para tokoh yang tersingkir, kalah atau kecewa.
Kedua tipe Parpol Pribadi,yaitu parpol yang perolehan suaranya didominasi nama caleg pribadi. Nama ini biasanya adalah penyumbang dana terbesar parpol di dapilnya, mulai dari dana kegiatan, dana kampanye, sampai dana sawer. Umumnya berada di no urut 1, kadang-kadang ia harus memberi “kompensasi” pada caleg yang lainnya.
Ketiga tipe Parpol Aliran, yaitu parpol yang dicitrakan kuat memiliki suatu komunitas dengan karakter tertentu yang loyalitasnya tinggi, susah diajak pindah ke partai lain, apalagi hanya dengan suatu iklan bagaimanapun menariknya