Posts filed under ‘humor’
ANTARA SIPIL DAN MILITER
Menjelang Pilpres 2009, suhu politik semakin memanas. SBY-Boediono, JK-Wiranto, dan Mega-Prabowo diperkirakan/dipastikan akan saling berkompetisi memenangkan suara rakyat Indonesia.
Semua kandidat merupakan kombinasi antara Sipil-Militer atau Militer-Sipil. Saya jadi inget jokes yang dilontarkan Pak Yitno[fotografer Puslit Biotek LIPI] tahun 2004 lalu, menjelang pilpres putaran kedua, yang menghadapkan SBY-JK Vs Mega-Hasyim.
“lebih baik mana antara calon Presiden yang sipil atau militer?” tanya Pak Yit.
Nasib Manohara dan Cinderella
Kisah Manohara yang disiksa [setelah menjadi istri Pangeran Kelantan], mengingatkan tentang kisah Cinderella.
Cinderella adalah seorang gadis yang teraniaya oleh saudara dan ibu tirinya, kemudian ditolong para kurcaci, memiliki sepatu kaca….dan akhirnya dipersunting oleh Pangeran[semua kita tahu cerita ini]. Sebuah kisah sarat mitos dari dunia Barat.
Bagaimana nasib Cinderella setelah dipersunting Pangeran?Mau tahu?
Antara Orang Minang, Sunda, dan Jawa …sebuah steorotip
Jalaluddin Rahmat, pakar komunikasi dari Unpad yang biasa dipanggil dengan Kang Jalal… dalam bukunya PSIKOLOGI KOMUNIKASI, menuliskan sebuah jokes tentang 3 orang dari 3 suku berbeda; minang, sunda, dan jawa.Ketiga orang tersebut sedang melakukan perjalanan di tengah hutan.
Setiap menemukan persimpangan jalan, pasti orang minang yang tahu kemana jalan yang harus dilalui… karena orang minang terkenal suka merantau dan berdagang, maka ia hafal jalan dengan persimpangan-persimpangannya.
Setiap menemukan pohon atau dedaunan, maka orang sunda yang tahu jawabannya…karena orang sunda terkenal sebagai pelalap dedaunan.
Tiba saatnya orang jawa menunjukkan kelebihannya…, tiba-tiba ia menunjuk bebatuan yang ada di sekitar mereka dan menjelaskan namanya satu-persatu, karena orang jawa terkenal percaya dengan hal-hal mistis
Inilah namanya steorotip.
Setuju? Saya sangat tidak setuju… menurut saya bisa benar bisa salah, dan orang ke-3 itu bukan orang jawa, tapi orang kejawen.
Ilmuwan, Pengusaha, dan Politisi
Ada sebuah jokes yang pernah saya dapatkan dari Bu Enny [bos saya di lab 16 biotek dulu] tentang perbedaan antara ilmuwan, pengusaha, dan politisi:
“kalo ilmuwan itu boleh salah, tapi tidak boleh bohong…[hasil riset bisa belum benar, tapi jangan sampai hasil risetnya bohong, dimanipulasi sehingga seolah-olah benar]
Kalo pengusaha, boleh bohong, tapi tak boleh salah…[kalo salah perhitungan bisa rugi]
Kalo politisi boleh bohong, boleh salah…[yang penting bagaimana menang] “
Setuju? Saya sih tidak setuju… menurut saya : betul tidak, salah tidak