Fatimah Azzahra
Fatimah Azzahra…, begitulah kunamai bidadari kecilku yang lahir 10 Muharram 1431 H atau 27 Desember 2009 kemarin. Sebuah nama dengan penuh do’a, semoga Allah menjadikan putri ke-2 ku ini sebagai hamba-Nya yang shalihah, cerdas, zuhud, dan penderma sebagaimana Fatimah Azzahra ra. putri kesayangan Rasulullah saw.Amin Ya Rabb.
Add comment Januari 18, 2010
100x SUJUD SEHARI
Kemarin saya mendapatkan nasihat dari ustadz dalam pengajian pekanan yang saya ikuti, sebuah nasihat tentang “Proyek Menyertai Rasulullah Saw di Surga”. Siapa yang tidak rindu untuk bersama Rasulullah Saw di Surga?
Berawal dari sebuah kegundahan seorang sahabat yang selalu menghadirkan air wudlu kepada Rasulullah Saw. Ia selalu menyertai Beliau, namun karena derajat ketaqwaan yang berbeda, ia khawatir tidak bisa bersama beliau di surga, sebab logikanya, tingkat Rasulullah di surga yang paling tinggi, sementara dia?
Imam Muslim meriwayatkan:
Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami berkata, “Aku bermalam bersama Rasulullah saw., maka aku menghadirkan air wudlu untuk beliau dan kebutuhan beliau.” Beliau berkata kepadaku, “Mintalah kepadaku!” Aku berkata, “Aku minta menemanimu di surga.” Rasulullah bertanya, “Ada yang lain?” Aku menjawab, “Cuma itu.” Beliau bersabda, “Bantulah aku dengan memperbanyak sujud.”
Apabila orang yang dekat dengan Rasulullah saw dan keinginannya dipenuhi oleh beliau saja, tidak yakin bersama beliau di surga, sehingga meminta syafaat dari beliau dan beliau tidak langsung mengabulkan, maka bagaimana dengan kita?
Add comment Januari 16, 2010
Kepada air mata
Wahai air mata…
Kenapa kulihat kau kering?
Meneteslah…mengalirlah…
Basahi hati yang gersang
Basuhi jiwa yang lusuh
Meneteslah…mengalirlah…
dalam sujud, ruku’ dan berdiriku
dalam do’a, tilawah, dan dzikrku
Add comment Desember 28, 2009
Tentang Kata
“ dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim?” Al Fushilat : 33
Pernahkah kita membayangkan… menjadi seseorang yang perkataannya “bercahaya”. Mereka yang mendengar perkataan kita merasakan kedamaian,semangat, bertambah ilmu dan imannya, terinspirasi untuk berbuat baik, termotivasi untuk lebih rajin beribadah kepada Allah.
Pernahkah kita membayangkan…menjadi seorang guru yang murid kita bisa “menikmati” pelajaran yang kita sampaikan, mudah mencernanya, mudah memahami, bahkan tercerahkan. Atau menjadi seorang anak yang mampu membuat orang tua,keluarga, guru, saudara dan sahabat kita hatinya senang, tidak merasa tersakiti oleh perkataan kita.
Alangkah mulianya lisan Rasulullah saw… yang diucapkan beliau adalah “cahaya”, wahyu yang Allah turunkan. Alangkah bahagianya para sahabat r.a mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits secara langsung dari lisan Rasulullah saw.
Add comment Desember 23, 2009
Tembok Pembatas Mimpi
Bogor.18/12/2009 22:57:41
Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok
[Hasan Al Banna]
The Dream comes true…, siapa tidak mau?
Alhamdulillah hari-hari ini kita disemangati oleh Arai dan Ikal “Sang Pemimpi”. Betapa bahagia bisa meraih mimpi. Sebait kata-kata positif dari Pak Balia mampu mengarahkan perjalanan hidup Arai dan Ikal. Begitulah….kalimat positif adalah mukjizat.
Begitulah seharusnya seorang Guru kepada muridnya, mengarahkan murid menemukan potensinya, menemukan “emas” yang ada dalam diri setiap kita, dan jadilah ia “seorang manusia” yang utuh, berkarakter. Berani dan mampu menempuh perjalanan [hati] dalam kehidupan ini.
Mengapa mereka “Sang Pemimpi” bisa berhasil meraih mimpinya, sedangkan realita hidup juga menceritakan tentang “orang lain” yang belum berhasil meraih mimpinya, atau bahkan tak pernah sempat bermimpi? Letak perbedaannya adalah, karena “Sang Pemimpi” berhasil melampaui “Tembok Pembatas Mimpi”.
Menurut pendapat saya [secara subyektif], berdasarkan taushiyah[ustadz] dan beberapa buku yang saya baca [Head Strong-nya Tony Buzan, You Can if You Think You Can-nya Dr. Norman V. Peale] ada 3 “Tembok Pembatas Mimpi” :
1. Mindset atau cara berpikir
Untuk meraih mimpi kita perlu memiliki cara berpikir yang benar dan sehat, yakni berpikir positif, berpikir bisa, berpikir “You Can if You Think You Can”. Karenanya sangat penting bagi kita untuk selalu memeriksa pikiran dan cara berpikir kita, karena apa yang apa yang terjadi dalam kehidupan kita sangat ditentukan oleh “lukisan” dalam pikiran kita.
4 comments Desember 19, 2009
The Magic of Hand
jika ada yang bertanya dimanakah letak ‘pikiran’ kita?
saya akan menjawab : di tangan
The Magic of Hand, pelajaran ini saya dapatkan dari Dr. Zaenal ‘Alim Mas’ud, salah satu dosen di departemen Kimia IPB. Waktu itu pas kuliah sintesis kimia organik di kelas S2 yang aku ikuti, beliau meminta kami untuk mencatat presentasi materi dan tidak mengijinkan untuk mem-fotokopi. Menurut Beliau, dengan mencatat otomatis pikiran kita bekerja…
Saya jadi teringat teman-teman yang “pintar” dan menonjol kemampuan akademiknya dibanding yang lain, salah satu rahasianya ternyata…bahwa mereka memiliki catatan mata kuliah yang lebih lengkap dari yang lain, selain lebih rajin belajar, membaca textbook, diskusi dll tentunya.
Di kelas kimia 35 ada Hendra yang punya cara kreatif dalam “menuliskan ilmu” sehingga bisa lebih mudah faham dan hapal, ada Ryan mahasiswa yang paling menguasai pelajaran di angkatan 35, ada almarhumah Febtiana yang sering saya pinjem catatannya, terutama menjelang ujian.
Hasilnya sangat beda antara memiliki catatan sendiri dan memiliki catatan fotokopian.
The magic of Hand, tangan kita menuliskan…tidak hanya di kertas, tapi juga di lembaran-lembaran pikiran dan hati kita.
2 comments Desember 5, 2009
Kepada Huruf dan Kata(2)
(4)
Di depan layar laptop
Aku terpaku menatapmu
Belajar tentang hiperlipidemia
Penyakit masyarakat modern
Bukan kekurangan tapi kelebihan makan
ada kolesterol jahat (LDL) dan ada kolesterol baik (HDL)
Add comment Desember 5, 2009
Rindu Kami Padamu
Bogor.12/11/2009 11:23:06
Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau disini
Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suwarga
Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja
Lantunan syair karangan sastrawan Taufik Ismail yang dinyanyikan Bimbo dengan syahdu, seperti biasa menemaniku “berdialog dengan huruf dan kata” di depan laptopku,
Add comment November 12, 2009
10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah
Bogor.12/11/2009 11:09:53
Sebentar lagi kita umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha…, adalah sebuah kebahagiaan bagi mereka yang pada saat-saat sekarang ini sedang berada di Tanah Suci menjadi tamu Allah untuk menunaikan ibadah Haji.
Sebuah kebahagiaan bisa beribadah di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi, menziarahi Rasulullah SAW, berdo’a di Raudhah, berdiri di maqam Ibrahim, thawaf, sa’i antara shafa dan marwa, bermalam di musdalifah, di arafah, melontar jumrah sebagai simbol permusuhan terhadap syaithan laknatullah…
[Alhamdulillah salah satu sahabat terbaikku di Pekalongan; Ahmad Zahidin sekarang sedang disana…semoga Allah menjadikan antum Haji yang Mabrur…amin]
Add comment November 12, 2009
Cinta Nabi Ibrahim AS
begitulah cinta?
apapun jika Kekasih yang minta
ditunaikan tanpa tanya
dan cinta tidak hanya kata semata
tapi cinta adalah pengorbanan
tapi cinta adalah keta’atan
agar semakin dekat
dan Kekasih pun mencintai
Allahumma shalli ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim
Cintamu abadi sepanjang masa
1 comment November 10, 2009